5. Apakah Misi Itu?

Bacalah Bagian Alkitab Ini
2 Korintus 5:11 sampai 6:10

Hafalkanlah Ayat Ini
2 Korintus 5:14, 15 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 2 Korintus 5:14, 15

Diskusikanlah Hal Ini
Penginjilan lokal sudah sangat jelas bagi kita yaitu pemberitaan Keselamatan dalam Nama Tuhan Yesus Kristus di lingkungan komunitas di mana kita tinggal, tetapi tentang Misi perlu kita ketahui di mana kita akan memulainya? Kemudian apa yang akan kita kerjakan berkenaan dengan Misi itu? Apakah Anda sudah mempertimbangkan untuk pergi ke ladang Misi?

Lakukanlah dalam Minggu Ini
Renungkan Mazmur pasal 116 ayat demi ayat dan perhatikan dengan saksama betapa banyak yang Tuhan sudah kerjakan bagi kita. Oleh karena itu tuliskanlah tanggapan Anda kepada Tuhan dalam bentuk komitmen Anda dan doa Anda.

Tugas Tertulis untuk Diploma
Perhatikan langkah-langkah yang perlu diambil menurut Surat Roma 10:14-15 untuk menjangkau orang yang tersesat.

Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata
Yohanes 1:40-41

 

1. Apakah Misi itu?

Setiap orang percaya mengerti bahwa kita berhutang dalam segala hal kepada Allah, baik untuk kehidupan sekarang maupun untuk kehidupan dalam kekekalan. Waktu kita masih sebagai orang yang berdosa dan masih penuh dengan kebencian di mata Allah, Dia sudah mencari-cari kita, menebus kita kembali dari belenggu setan dengan darah Anak-Nya, dan memasukkan kita ke dalam keluarga Allah, serta memberkati kita dengan berlimpah dari satu berkat ke berkat yang lain. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; Yoh 1:16.

Pemazmur meminta kita semua

Mazmur 116:12, 13 "Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?" Jawaban kita sekarang sama seperti jawaban pemazmur itu ribuan tahun yang lalu, "Aku akan mengangkat Piala Keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,"

Misi itu hanyalah satu langkah maju dari Penginjilan

Dengan kasih dan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus dalam hati kita, kita meneruskan satu langkah lagi sesudah penginjilan lokal untuk mengangkat Piala Keselamatan Allah setinggi-tingginya sehingga semua orang, tua muda, pria dan wanita, pemuda pemudi di ujung-ujung bumi dapat melihatnya dengan jelas dan mereka pun diminta untuk minum air yang sama yang memberi kehidupan.

Alkitab mengatakan supaya kita menjadi saksi Tuhan Yesus di Yerusalem kita yaitu kota di mana kita tinggal, di Yudea dan Samaria yaitu di propinsi-propinsi tetangga, dan ke ujung-ujung bumi. Baca Pelajaran 1 dan Pelajaran 2 untuk memperoleh keterangan yang rinci.

Ketika Paulus menulis kepada teman-temannya di Jemaat Korintus dan Yunani, dia memberikan tambahan keterangan dan alasan-alasan untuk melakukan Misi.

2. Takut akan Tuhan yang memotivasi kita

Takut di sini adalah rasa takut yang tumbuh dalam diri kita kalau-kalau kita mendukakan hati Tuhan dengan tidak menaati perintah-perintahnya, bercampur dengan rasa hormat dan kasih yang kudus kepada Tuhan yang mendorong kita untuk segera menaati Tuhan. 2 Korintus 5:11.

3. Kebutuhan-kebutuhan manusia memotivasi kita

Ketika kita melihat roh jahat yang mencengkeram manusia dan membelenggunya dalam dosa, penyakit, ketidakadilan, kemiskinan, ketidakpercayaan dan keserakahan dengan segala akibat yang menyakitkan, kesengsaraan dan penderitaan yang semuanya ini menyebabkan hati kita tergerak untuk melakukan sesuatu mengatasi masalah-masalah kehidupan manusia, sebab kita tahu tentang kebaikan Tuhan dan tentang semua yang Tuhan Yesus telah kerjakan untuk kita.

Paulus mengatakan bahwa kita harus mencoba meyakinkan orang-orang lain untuk memahami kenyataan dan kebenaran ini serta meyakinkan mereka untuk mau membuka pikiran mereka dan mengambil keputusan untuk mengikut Kristus. 2 Korintus 5:11

4. Kasih mendorong kita

Kasih akan semua orang dan keprihatinan akan nasib mereka dalam kekekalan membawa Yesus ke kayu Salib, dan kasih yang sama seperti itu telah memenuhi hati Paulus dan mendorongnya untuk berperan serta secara aktif dalam misi penyelamatan manusia yang dikerjakan oleh Allah.

Kasih mendorong kita juga

Ketika kita menyadari bahwa Kristus telah mati untuk kita semua, maka kita memilih untuk mematikan ego dan kedagingan kita dengan menyerahkan semua rencana dan kehidupan kita, sebagai ucapan syukur kita, kepada Kristus dan segera memulai hidup untuk Allah dan untuk orang lain di manapun mereka berada. 2 Korintus 5:14.

5. Kekekalan harus memotivasi kita

Paulus berkata bahwa kita seharusnya tidak menghormati orang dari sudut pandang duniawi yang pada umumnya cenderung terkesan pada jabatan, kekayaan atau kedudukan sosial. Sebaliknya seharusnya kita melihat dari perspektif kekekalan yang menghadapi ancaman berbagai macam kenyataan yang suram. Pilihan-pilihan harus dengan tegas ditentukan dari sekarang untuk semua urusan kekekalan antara surga dan neraka.

Apakah manusia benar-benar tersesat?

Manusia pertama, Adam, dalam kehendak bebasnya telah dengan sengaja memutuskan untuk tidak menaati Allah bahkan sebaliknya, dalam kehendak bebasnya, dia telah memutuskan untuk mempercayai kebohongan-kebohongan setan. Allah terpaksa meninggalkan Adam; sedang roh manusia Adam yang dengannya Adam dapat mengenal Allah menjadi mati di dalam diri Adam, artinya tidak berfungsi lagi. Adam ditinggalkan hanya bersama tubuh dan jiwanya mengikuti majikan yang jahat ke dalam kebinasaan dan api neraka yang kekal yang sebenarnya dipersiapkan bukan untuk manusia tetapi untuk iblis dan malaikat-malaikat-nya. Matius 25:41.

Manusia masih terikat

oleh keputusan yang salah yang dibuat oleh wakil manusia itu dan sekarang ini manusia sedang berjalan menuju kesesatan dalam kekekalan. Terlalu mengerikan untuk direnungkan, sebab kesesatan dalam kekekalan itu tidak ada ujung pangkalnya dan tidak akan ada jalan keluar. Oleh karena itu, dengan tegas Paulus mengatakan bahwa kalau Allah tidak menyelamatkan kita melalui Yesus, maka kita sudah mati dalam dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita mengikuti setan dan akhirnya kita akan menghadapi murka Allah. Efesus 2:1-3, 5.

Diselamatkan dari neraka

Firman Allah mengatakan bahwa kita semua harus menjadi ciptaan baru, yaitu dilahirkan baru, pertama dilahirkan secara alami dan kedua dilahirkan secara rohani melalui pertolongan Roh Kudus. Menjadi Kristen Lahir Baru. Yohanes 3:3-6.

6. Injil memotivasi kita

Dulu kita pernah memandang Yesus dengan cara duniawi, dan berpendapat bahwa Dia tidak lebih daripada seseorang atau legenda dalam sejarah, sama seperti tokoh-tokoh lain di masa lampau. Sekarang kita baru dapat mengungkapkan bahwa Dia adalah Allah sendiri yang hadir di kayu Salib dan di dalam Pribadi Yesus, Allah sedang mendamaikan manusia dengan diri-Nya agar manusia dapat kembali kepada-Nya dalam persekutuan ilahi. Allah tidak mengungkit-ungkit dan memperhitungkan dosa-dosa kita.

Ini adalah kisah kejadian nyata yang paling besar yang pernah dibicarakan dan memerlukan tanggapan (tolak atau terima) kita dan jawaban kita. Dia yang tidak berdosa telah dijadikan berdosa menggantikan kita dan membayar harga melalui sengsara dan kematian, supaya kita yang seharusnya dihukum dapat dibenarkan dan hidup di hadirat Allah baik di zaman yang sekarang maupun di zaman yang akan datang, yaitu zaman kekekalan.

Kis 4:12, Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

7. Panggilan itu memotivasi kita

Paulus mengatakan bahwa kita adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. (2 Korintus 5:20) Jadi sebagai utusan-utusan surgawi yang mewakili Allah sendiri yang berbicara melalui kami kepada orang-orang di sekeliling kita yang belum diperdamaikan dengan Allah. Dan sama halnya dengan utusan-utusan duniawi (duta besar) dalam suatu wilayah peperangan, maka sikap kita sebagai utusan-utusan surgawi yang berada di dalam wilayah peperangan, teritorial musuh, yaitu setan, adalah sangat berbahaya dan sangat menekan. 2 Korintus 6:3-10.

Allah mendorong dan meminta dengan sangat agar kita semua diperdamaikan kembali dengan Bapa Surgawi.

Hari ini adalah hari yang terbaik.

Sekarang juga adalah selalu saat yang tepat.

Kalau bukan Anda-siapa?

Kalau bukan sekarang-kapan?

2 Korintus 5:20-6:2

Jadi dapat kita simpulkan di sini bahwa rasa takut akan Tuhan, kebutuhan-kebutuhan manusia, kasih Allah, dan kenyataan-kenyataan dalam kekekalan, kisah besar yang harus kita beritakan dan panggilan yang diberikan Allah kepada kita. Hal-hal yang kami uraikan satu per satu ini mempunyai latar belakang dan alasan-alasan bagi kita supaya kita memberikan apa yang terbaik kepada pelayanan di ladang Misi, baik di tempat jauh ataupun dekat, melalui doa atau melalui kehadiran kita pribadi, dengan memberi apa yang dapat kita berikan untuk memenuhi kebutuhan mereka, kita pergi sendiri ke ladang Misi atau mencari pengganti kita dengan cara mengutus orang lain dengan dukungan biaya kita,

Share Button

Juga tersedia dalam: English French German Spanish Portuguese, Brazil