{"id":37824,"date":"2013-05-29T09:55:46","date_gmt":"2013-05-29T09:55:46","guid":{"rendered":"http:\/\/dci-org-uk.stackstaging.com\/id\/?page_id=37824"},"modified":"2016-07-09T23:01:31","modified_gmt":"2016-07-09T22:01:31","slug":"ind-ske50","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/ind-ske50\/","title":{"rendered":"50. Memberi Mengabaikan Keadaan"},"content":{"rendered":"<p>\n\t<strong>Bacalah Bagian Alkitab Ini<\/strong><br \/>\n\tKejadian 26:1-15\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Hafalkanlah Ayat Ini<\/strong><br \/>\n\tMazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Diskusikanlah Hal Ini<\/strong><br \/>\n\tMengapa semua orang di dalam Alkitab yang memberi dalam situasi sangat buruk menerima imbalan yang demikian baik.\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Lakukanlah dalam Minggu Ini<\/strong><br \/>\n\tBacalah kembali tentang janda miskin yang memberi dalam 1 Raja-raja 17 dan Lukas 21:1-4\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Tugas Tertulis untuk Diploma<\/strong><br \/>\n\tTuliskan satu halaman tentang orang-orang yang memberi dalam Alkitab pada saat situasi yang sangat sulit dan akhirnya menuai pada saat panen.\n<\/p>\n<p>\n\t<strong>Renungkanlah Ayat Ini, Kata demi Kata<\/strong><br \/>\n\tKejadian 26:12\n<\/p>\n<p>\n\t&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tSeksi ini akan mempertimbangkan tentang memberi ketika anda berada dalam suatu periode di mana uang tidak ada atau kurang dan pencobaan datang untuk menghentikan pemberian tersebut \u0096 pasti banyak orang mengalami hal ini di suatu masa dalam kehidupan mereka. Seksi ini akan mendorong anda untuk terus memberi dalam keadaan yang sulit sekalipun, dan dengan melihat kepada contoh-contoh Alkitab tentang orang-orang yang memberi di masa sulit mereka, anda akan sampai pada kesimmpulan bahwa satu waktu yang anda butuhkan untuk memberi adalah dalam keadaan yang buruk.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tAlkitab memberi banyak contoh tentang orang yang menghadapi suatu situasi yang sangat keras dan harus membuat suatu keputusan yang sulit apakah mereka memberi atau tidak (pilihan yang sama dari kebanyakan kita yang harus kita buat pada suatu saat dalam kehidupan kita). Kapan saja orang memilih untuk memberi, ketaatan mereka akan diganjar upah dan mereka berhak atas imbalan dan Alkitab menunjukkan di beberapa bagian tentang orang yang memberi di masa sulit dan kemudian menuai berkat-berkatnya.\n<\/p>\n<p>\n\tContoh pertama adalah Abraham yang menghadapi pengambilan keputusan pelik tentang memberi sesuatu yang lebih mahal daripada uang, dan itu adalah putra tunggalnya Ishak. Padahal sebelumnya, Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa dia akan menjadi bapa dari banyak bangsa (Kejadian 17:3), dan setelah mendapatkan seorang anak dari pembantunya Hagar, dengan mujizat istrinya Sarah melahirkan seorang putra yang diberi nama ishak.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tDari kedua anaknya ini (Ismael dan Ishak), Allah berkata kepada Abraham dalam Kejadian 21:12 bahwa melalui Ishaklah keturunanya akan diberkati dan dibangkitkan, namun dalam Kejadian 22:1, Allah menguji Abraham dan meminta supaya Ishak dipersembahkan. Abraham menghadapi suatu situasi yang sulit dengan memberikan putranya sebagai korban persembahan, dan itu tidak membuat dia surut tetapi dia tetap menaati Allah dan memilih untuk memberi, dan sebagai hasilnya Allah menghormati pemberiannya itu dan kembali menyerahkan ishak kepada Abraham \u0096 itulah imbalan untuk Abraham karena telah memberikan persembahan besar pada satu situasi yang sangat sulit.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tHal luar biasa dan hebat yang terjadi kepada Abraham adalah bahwa keputusannya untuk menjadi pemberi turun ke anakNya Ishak dan dialah orang berikutnya yang dipilih untuk memberi di masa sulit \u0096 cerita ini tertulis dalam Kejadian Pasal 26. Ayat 1 menunjukkan bahwa terjadi kelaparan di tanah itu tetapi Allah berbicara kepada Ishak dan memintanya untuk tetap tinggal di tanah itu dan dia akan diberkati \u0096 Ishak menolak pencobaan untuk pergi ke Mesir dan memutuskan untuk tinggal di mana dia ditempatkan Allah.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tDi ayat 12 Ishak menghadapi suatu pilihan dalam suatu waktu kelaparan apakah dia akan menahan atau menabur benihnya untuk mengharapkan panen di waktu akan datang dengan cepat:- pilihan yang pasti adalah untuk menahan benih itu. Namun Ishak memilih untuk membuktikan bahwa Allahnya adalah hidup dan menabur benihnya di waktu kelaparan dan menuai seratus kali ganti panen, dan ayat 13 memperlihatkan bahwa tidak ada henti-hentinya waktu panen \u0096 kekayaan Ishak bertambah terus sehingga dia menjadi begitu kaya sehingga menimbulkan kecumburuan bagi orang Filistin. Barangkali anda menghadapi bahaya kelaparan dalam keuangan anda, seperti Ishak anda mempunyai benah yang dapat anda taburkan atau tahan. Ishak memilih untuk menabur benihnya dan memenangkan pertempuran atas keadaannya.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tContoh ketiga tentang orang yang memberi dalam situasi yang benar-benar sulit adalah janda di Zarfat yang melayani Elia, manusia Allah \u0096cerita ini tertulis dalam 1 Raja-raja pasal 17. Ayat 12 menunjukkan bahwa dia dan anaknya ada dalam kelaparan dan mereka telah pasrah untuk mati \u0096 satu-atunya yang mereka miliki adalah segenggam tepung dan sedikit minyak. Elia melakukan sesuatu yang mustahil yaitu meminta kepada wanita yang kelaparan itu untuk membuat makanan yang sedikit dan sisa itu dan menyajikannya kepada Elia dalam bentuk roti \u0096 yang merupakan suatu pilihan yang sangat sulit bagi janda itu pada saat seperti itu.\n<\/p>\n<p>\n\tElia menyampaikan firman Tuhan kepada janda itu bahwa jika dia menaati dan memberikan kepada Elia makanan itu maka persediaannya yang sedikit akan tepung dan minyak itu tidak akan habis tidak peduli berapa banyak yang dia akan pergunakan. Karena janda itu menaati firman Tuhan dan memilih untuk memberi, maka dia menerima kembali berkat-berkat berlipat ganda dan gudang makanannya tidak pernah kosong. Walaupun dia menghadapi situasi yang sangat sulit dia memilih menjadi pemberi dan menerima suatu mujizat dalam pengembalian atau balasannya.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tSetelah melihat janda di dalam Perjanjian Lama yang memberi dalam situasi yang sangat sulit kita juga dapat belajar dari Perjanjian Baru dan melihat janda lainnya yang memberi dalam situasi sulit dan cerita ini dituliskan dalam Lukas 21:1-4. Ketika kotak persembahan di bait Allah dibuka, janda miskin itu menyerahkan semua yang dia miliki untuk hidupnya itu ke dalam kotak persembahan \u0096 satu fakta yang menarik perhatianAnak Allah.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tMungkin si janda itu tidak sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikan berapa banyak uang yang dia berikan \u0096 apalagi ternyata yang melihat itu adalah Yesus sendiri, dan pasti dia tidak pernah menyangka dan tidak mengharapkan bahwa apa yang dia lakukan dengan persembahannya itu dicatat di dalam Alkitab sampai dengan kekekalan. Sebagaimana Yesus mengetahui situasi sulit yang dihadapi oleh janda miskin namun berketetapan hati untuk memberikan semua miliknya itu sebagai persembahan, Yesus juga tahu tentang keuangan dan situasi keuangan anda dan meminta anda untuk mengambil keputusan untuk memberi, maka pemberian anda itu akan ditangkap oleh mata sang Raja.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tTerlalu banyak orang Kristen memberikan alasan kuno bahwa mereka tidak sanggup memberikan persepuluhan dan berpikir bahwa kata-kata miskin ini akan cukup memberikannya alasan yang kuat pada hari penghakiman ketika Yesus memandang cara mereka mengelola uang mereka yang tidak mendatangkan berkat itu. Janda yang kelaparan di Zarfat memberi makanannya, dan si janda miskin meletakkan semua yang dia miliki ke dalam kotak persembahan \u0096 anda tentu tidak dapat menangkap yang mana dari kedua janda ini yang mengatakan bahwa dia tidak sanggup memberi.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tJika ada orang yang dapat bersembunyi di balik argumen tentang tidak mampu memberi, maka kedua wanita inilah yang sepantasnya berkata begitu, tetapi mereka mengetahui lebih baik daripada sekadar memberikan argumentasi yang tidak menghasilkan seperti itu, dan mereka memiliki alasan untuk memberi dan akhirnya menerima imbalannya. Bukankah nanti pada hari penghakiman, pemberian kedua janda ini akan mengekspos banyak kebenaran tentang orang-orang percaya yang \u0093dipenuhi Roh\u0094 dan \u0093memiliki Injil Sepenuh\u0094, yang mengatakan bahwa seumur hidup mereka mereka tidak mampu memberikan perpuluhan. &nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tContoh terakhir tentang memberi di waktu sulit adalah orang percaya dari Gereja di Makedonia yang memberikan korban sebagai persembahan kepada orang kudus yang kelaparan di Yerusalem \u0096 sebagaimana dicatat dalam 2 Korintus 8:1-15. Ayat 2 menunjukkan bahwa orang-orang percaya ini tidak hanya memberi satu pemberian pokok di tengah-tengah suasana yang \u0093benar-benar sulit dan miskin\u0094, tetapi mereka juga mempunyai sukacita penuh yang mengalir untuk melakukan hal itu \u0096 seberapa seringkah anda mendengar hal seperti itu sekarang ini! Lebih lagi, di tengah \u0093kemiskinan ekstrim\u0094 yang mereka alami, ayat 3 menunjukkan bahwa mereka memberi melampau kemampuan mereka untuk memberi. Jelas mereka tidak mengenal istilah ini: \u0093saya tidak sanggup memberikan perpuluhan\u0094 yang merupakan sikap kebanyakan orang Kristen.&nbsp;\n<\/p>\n<p>\n\tJadi, contoh dari Abraham, Ishak, janda di Zarfat, janda miskin dan jemaat di Makedonia semua memperlihatkan bahwa ketika mereka memilih untuk taat dan memberi kepada Tuhan dalam situasi sulit yang mereka hadapi, itu akan membangkitkan mujizat ke dalam situasi mereka. Mazmur 126:5 berkata,\n<\/p>\n<blockquote>\n<p>\n\t\tOrang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. 6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.\n\t<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>\n\tAlkitab tidak pernah berkata bahwa situasi keuangan yang sulit akan membebaskan anda dari memberi, melainkan sebagaimana orang-orang yang ditunjukkan dalam contoh di atas, mereka menanam benih meskipun di waktu buruk dan pikiran mereka mungkin berkata jangan memberi, dan akhirnya mereka menuai kemenangan dan tuaian dengan menertawakan si jahat.<br \/>\n\t&nbsp;\n<\/p>\n<h2>\n\tTutuplah dengan doa untuk kelompok&nbsp;orang yang belum terjangkau&nbsp;<br \/>\n<\/h2>\n<p>\n\t<strong>Berdoa bagi Indonesia<\/strong>\n<\/p>\n<p>\n\t212,991,926 populasi, 80% Muslim&nbsp;kebanyakan penduduk bangsa ini.&nbsp;Muslim tetapi orang Islam menjadi khawatir dengan pertumbuhan.&nbsp;Gereja yang spektakuler\n<\/p>\n<p>\n\t&copy; www.operationworld.org<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacalah Bagian Alkitab Ini Kejadian 26:1-15 Hafalkanlah Ayat Ini Mazmur 126:5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Diskusikanlah Hal Ini Mengapa semua orang di dalam Alkitab yang memberi dalam situasi sangat buruk menerima imbalan yang demikian baik. Lakukanlah dalam Minggu Ini Bacalah kembali tentang janda miskin yang memberi dalam 1 &#8230; <\/p>\n<p class=\"read-more-container\"><a title=\"50. Memberi Mengabaikan Keadaan\" class=\"read-more button\" href=\"https:\/\/dci.org.uk\/id\/ind-ske50\/#more-37824\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 50. Memberi Mengabaikan Keadaan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_gspb_post_css":"","itsec_x_frame_options":"","jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":""},"class_list":["post-37824","page","type-page","status-publish"],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/37824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37824"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/37824\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dci.org.uk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}