72. Gereja yang Rasuli
Seorang rasul adalah seperti nelayan yang baik; ia tahu bagaimana menjaga jalanya tetap baik.
Bacaan Alkitab
2 Korintus 10 & 11
Ayat
Hafalan Anda
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang,
melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga
Allah,
yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi,
dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru (Efesus 2:19-20).
Bahan Diskusi
Bisakah gereja-gereja yang ada sekarang kembali menjadi gereja-gereja yang
memiliki
pola pelayanan yang rasuli, sesuai dengan Perjanjian Baru?
Tugas untuk
Unit Ini
Jadilah gereja yang rasuli, buatlah satu tim untuk menginjil di satu tempat,
seperti ke satu desa,
sekolah atau penjara yang belum pernah dijangkau Injil, dan beritakanlah rencana
keselamatan Allah.
Tugas Tertulis
untuk Diploma
Buatlah satu tulisan mengenai contoh bagaimana
pengaturan/pengorganisasian
gereja-gereja dan denominasi lain saat ini, serta bagaimana dasar alkitabiahnya.
Ayat untuk
Direnungkan
1 Tesalonika 1:7-8
Berdoa Sejenak untuk Bangsa
Berdoa untuk Uzbekistan – populasinya 24,000,000 dengan banyak kelompok
etnis.
68% Muslim, 4% Ortodoks, dan merupakan pusat Islam di Asia Tengah.
Mereka memiliki sejarah yang panjang, namun belum lama merdeka.
Pastikan
Anda memberikan pelajaran ini kepada orang lain.
Berdoalah dan lakukanlah persiapan. Tambahkan ayat-ayat dan kesaksian Anda
untuk menghidupkan suasana.
Dalam Perjanjian Baru, kata rasul disebutkan kurang lebih sebanyak 80 kali, jadi pada awal gereja para rasul adalah orang-orang kunci, bahkan sebenarnya ~
Para rasul adalah yang ‘pertama’ dalam Gereja (1 Korintus 12:28).
Gereja dibangun atas dasar para rasul dan nabi (Efesus 2: 20).
Para rasul dan nabi mendapat penyataan dan petunjuk khusus dari Allah (Efesus 3:5, Yudas 17).
Harus ada rasul di gereja-gereja (2 Petrus 3:2).
Namun apakah sekarang gereja harus memiliki rasul, atau apakah para rasul hanya ada pada saat awal gerakan Kristen terbentuk? Kalau sekarang ada rasul, siapakah mereka dan apa yang mereka lakukan?
Apa yang harus kita lakukan?
Saat ini kita sering dipimpin oleh para administrator dan pendeta yang memiliki karunia, namun bila para rasul masih merupakan yang terutama di dalam Gereja dan menjadi salah satu fondasinya,,apa yang harus kita lakukan?
Apa sebenarnya rasul itu?
Kata rasul berarti seorang utusan, yang diperlengkapi untuk melakukan misi dari Tuhan. Rasul bukanlah satu pangkat, melainkan suatu panggilan, karunia rohani, dan salah satu fungsi dalam Gereja, sebagaimana yang lainnya.
Rasul dalam Perjanjian Baru
Yesus sendiri adalah rasul (Ibrani 3:1).
12 rasul mula-mula bagi Anak Domba (Markus 3:14-16, Kisah Para Rasul 1:26; Wahyu 21:14).
Rasul merupakan karunia rohani (Efesus 4:11); mereka adalah orang-orang biasa seperti Paulus, Yakobus, Barnabas, Timotius, Silas, Andronikus and Yunias.
Alkitab tidak menyebutkan bahwa para rasul hanya ada pada abad pertama saja. Kenyataan bahwa Kristus telah mengutus para rasul bagi Gereja untuk melakukan fungsi tertentu, masih jauh dari sempurna (Efesus 4:12-14), membuktikan bahwa para rasul masih sangat diperlukan sekarang ini, sebagaimana karunia-karunia rohani lainnya (Efesus 4:11).
Apa Tugas seorang Rasul?
Tidak setiap rasul melakukan semua yang ditemukan dalam Perjanjian Baru, namun fungsi kerasulan meliputi ~
Menyebar-luaskan injil, misalnya Paulus yang melakukan banyak perjalanan, dan Petrus yang berkunjung ke rumah keluarga orang yang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10).
Menjangkau suku-suku terabaikan (Roma 15:20).
Mendorong usaha-usaha penginjilan yang baru (Kisah 19:10)
Mendorong perintisan gereja-gereja baru, seperti yang dilakukan Paulus di Eropa Selatan.
Menjadi ahli bangunan yang cakap, memahami apa yang mesti dilakukan (1 Korintus 3:10, 5:3; 6:4; 7:1, 8:1).
Para rasul meletakkan dasar yang teguh dari Kristus (1 Kor 3:11)
Hidup dalam Roh (Kisah 19:1, 8:14-17)
Taat kepada Allah (Roma 1:5)
Memberikan pengajaran yang sehat (Efesus 3:2-21)
Membentukn kepemimpinan yang baik (Kisah Para Rasul 14:23, Titus 1:5)
Menjadi ayah dan ibu bagi gereja-gereja yang masih bayi, memberi dorongan dengan surat dan kunjungan, namun tidak bermaksud untuk mendominasi (2 Korintus 11:28; 1 Tesalonika 2:7, 11).
Menghadapi tradisi yang tidak berguna, sebagaimana yang ditentang oleh Paulus dan Petrus (Gal. 2: 11-14).
Melakukan kunjungan untuk mempersatukan tubuh Kristus seperti yang dilakukan Paulus dalam menghubungkan Yerusalem, Antiokia dan gereja-gereja baru lainnya dalam persekutuan.
Menunjukkan persahabatan dan loyalitas, lewat persekutuan dan bukan lewat struktur dan kepangkatan (1 Tesalonika 1: 5-7, 2:8; Filipi 1:8, 4:10, 14-15; Kisah Para Rasul 20:31, 18:11).
Bagaimana Anda Tahu bahwa Seseorang Adalah Rasul?
Seorang rasul dipanggil oleh Tuhan, ia mengetahui hal itu, dan diakui oleh jemaat. Seorang rasul mengetahui panggilan mereka, namun ia tidak perlu mempromosikannya sebagai suatu jabatan, karena memang rasul bukanlah jabatan, melainkan suatu tempat bagi pelayanan yang mulia. Perhatikanlah salam Paulus ketika memulai surat-suratnya, juga perhatikanlah bahwa rasul ~
- diakui oleh para pemimpin gereja lainnya (Kisah 15: 2, 4).
- melakukan tugas mereka dan membuktikan panggilan mereka bukan dengan perilaku yang memaksa dan mengontrol orang lain namun lewat manifestasi kuasa Roh Kudus secara terus-menerus (2 Kor. 11:6-13)
- memiliki saksi hidup berupa orang-orang yang dilayaninya (2 Kor. 3:2-3).
- diurapi dengan kuasa untuk melayani (2 Kor. 12.12).
- pernah menyaksikan kuasa Tuhan dalam ketabahan lewat kesusahan dan penolakan (2 Kor.12: 7-10; 1 Kor: 4:9-13)
Rasul juga perlu sebuah basis pelayanan
Para rasul dalam Perjanjian Baru selalu melayani dalam satu tim atau dengan para penatua gereja di markas rasuli mereka (apostolic base). Lihat Kisah Para Rasul 15 dan pelajaran 12.
Apa itu basis rasuli (apostolic base)?
Basis rasuli adalah suatu gereja contoh, di mana para rasul, tim dan orang-orang berkumpul bersama untuk Yesus dan untuk satu sama lain. Basis rasuli adalah tempat pengutusan dan merupakan pusat sumber daya manusia, keuangan dan materi lainnya untuk pekerjaan misi. Basis rasuli adalah tempat untuk persekutuan, pembaharuan, pertanggungjawaban dan dukungan untuk orang-orang yang memiliki tugas kerasulan, namun bukan sebagai tempat pelayanan yang berpola piramida yang diperintah seorang ‘super-rasul’.
Hanya bila Paulus bersama timnya pergi meninggalkan basis di Antiokia, lalu mereka mendukung dan mengatur diri mereka sendiri (Kisah Para Rasul 14: 26-28).
Markas rasuli dalam Alkitab
Yerusalem, Antiokia, Efesus dan Tesalonika berfungsi lebih dari sekadar gereja lokal. Biasanya mereka di bawah pimpinan Roh Kudus melakukan kegiatan doa, penginjilan, nubuatan, diskusi doktrinal dan penyembahan. Kepenatuaan yang jamak, gereja yang hidup dan persekutuan menjadi ciri mereka. Mereka menangani persoalan-persoalan hukum, aniaya, membuat strategi dan mengutus tim rasuli untuk membantu melayani orang Yahudi, Samaria dan bangsa-bangsa lain.
Penting juga untuk diperhatikan bahwa dalam basis para rasul, mereka mengajar untuk dibagikan kepada jemaat lain. Suatu basis rasuli harus sudah melewati ujian, dan menjadi tempat acuan bagi tim, untuk mengundang orang-orang untuk belajar, dan menjadi tempat yang dibanggakan.
Akhirilah Dengan Doa untuk Kelompok
yang Belum Terjangkau
Diambil dari Joshua Project 2000
Unreached Peoples List
dari http://www.joshuaproject.net/ dimana
kelompok ini tidak memiliki
gereja juga belum ada kelompok sel gereja atau misi yang
berkomitmen untuk mendoakan mereka, mengadopsi mereka juga
belum ada usaha perintisan jemaat disana.
|
Turkey |
||
|
People Name |
Language |
Population |
|
Balkan Rom Gypsy |
Romani, Balkan |
55,000 |
|
Circassian |
Adyghe |
71,000 |
|
Karakalpak |
Karakalpak |
62,000 |
|
Mingrelian (Laz, Zan) |
Laz |
30,000 |

With thanks to Pastors Mahli Sembiring and
Burhan Diaz
for their
translation from the original English
© Dr Les Norman | DCI World Christians, UK
Izin diberikan untuk meng-copy untuk keperluan study tapi
bukan untuk dijual atau tujuan komersil.
Anda menerimanya secara gratis, berikanlah secara gratis.