29. Kehidupan Iman
Life Of Faith


Iman adalah selalu tenang dan mempercayai Allah.

Ke Daftar Pelajaran

 

Dalam Alkitab anda silakan membaca
Ibrani pasal 11.

Inilah ayat hafalan anda
Yesus menjawab mereka; Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Markus 11:22, 23.

Sesudah itu praktekkan ini dalam doa
Sebutkan nama gunung-gunung permasalahan yang berdiri menghalangi anda, menghambat kemajuan anda. Katakan kepada gunung-gunung dalam doa. Perintahkan mereka untuk pergi.

Sesuatu yang perlu dikerjakan sebelum pertemuan yang akan datang
Tuliskan suatu daftar janji-janji Allah kepada anda. Periksalah hati anda untuk mengetahui apakah anda masih mempercayai Allah walaupun keadaan lahiriah kelihatannya bertentangan. Jika anda memerlukan, bertobatlah dan percayailah Dia lagi, sambil mengucapkan terima kasih atas jawaban- jawaban-Nya.

Tugas tertulis untuk meraih Diploma
Tuliskan di atas dua lembar kertas menjelaskan beberapa macam iman yang terdapat dalam Alkitab.

Renungkan pada perikop ini
Filemon 6.

 


Pastikanlah bahwa anda mengajarkan pelajaran ini kepada orang-orang lain. Berdoalah selalu dan persiapkanlah diri anda sebaik-baik -nya. Waktu anda mengajar, tambahkanlah ayat-ayat Alkitab dan ceritera-ceritera yang anda pilih sendiri sebagai ilustrasi supaya proses pengajaran menjadi menarik, semarak dan hidup.


 

1. Apakah iman ?

Jawaban yang sederhana terdapat dalam Ibrani 11:6 yang mengatakan bahwa anda harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Di Afrika saya bertemu dengan orang yang dilahirkan di semak-semak belukar, dalam keadaan miskin total, tetapi sekarang memiliki sebuah pabrik, rumah yang bagus dan sebuah mobil. Dia mempunyai pegawai dan dia juga seorang penatua dalam satu Gereja, menikmati kemakmuran yang diberikan oleh Allah dengan penuh tanggung jawab, di suatu negeri yang mengerikan kemiskinannya.

Bagaimana hal itu terjadi ?
Dia menjawab:"Pada suatu hari bertahun-tahun yang lalu seorang misionaris berkhotbah di desa saya yang Muslim. Sebagai seorang anak, saya percaya kepada Allah, saya menerima Yesus dan saya mulai berdoa minta pertolongan Allah supaya saya dapat pergi ke sekolah, lalu ke perguruan tinggi, dan demikian seterusnya. Saya menaruhkan iman saya di atas janji-janji Allah."

2. Dengan iman .....

Dari Ibrani 11:1-39.
 
Kita dapat mengerti darimana alam semesta dan kita berasal. (ayat 3)
Kita dapat menyembah Allah seperti Habel. (ay 4)
Kita dapat menyukakan hati Allah seperti Henokh. (ay 5).
Kita dapat menghindari malapetaka, menyelamatkan keluarga kita seperti Nuh. (ay 7)
 
Kita dapat menerima panggilan Allah dan taat seperti Abram. (ay 8).
Kita dapat melakukan apa yang secara jasmani mustahil seperti Sara. (ay 11).
Kita tahu bahwa akhir zaman sudah dekat dan kita dapat berperan di sini. (ay 13-16)
Kita dapat mengorbankan yang paling baik sebab kita tahu bahwa Allah itu setia. Seperti yang dilakukan oleh Abraham. (ay 17).
Kita dapat meninggalkan dosa dan melihat yang tidak kelihatan. Seperti Musa (ay 25, 27)

Alkitab berkata bahwa :"Semua orang ini masih hidup dalam iman ketika mereka mati" dan bahwa "mereka semua berserah kepada iman, walaupun tidak seorangpun dari mereka telah menerima apa yang dijanjikan kepada mereka." (Ibrani 11:13, 39.)

Mengapa tidak ?
"Dalam pikiran-Nya, Allah mempunyai hal-hal yang jauh lebih baik untuk kita yang juga akan bermanfaat bagi mereka, sebab mereka tidak akan dapat menerima hadiah pada akhir perlombaan sebelum mereka sendiri menyelesaikan perlombaaan itu" Untuk memperjelas konteksnya anda dapat membaca 1 Korintus 9:24-27 dan Ibrani 12:1b.

3. Jadi apakah iman yang begitu mendasar ?

Iman sebenarnya hanyalah percaya bahwa Allah itu ada, dan bahwa Dia akan menepati janji-janji-Nya. Bilangan 23:9. Seorang saudari diberitahu oleh dokternya bahwa kemungkinannya sangat kecil sekali untuk dia mempunyai anak. Dia menolak beberapa treatment eksperimental dan menaruhkan imannya pada janji Allah dalam Keluaran 23:25, 26. Bertahun-tahun telah berlalu, banyak air mata telah diteteskan dan iman mulai melemah. Satu bulan sesudah suatu doa khusus dinaikkan, akhirnya dia mengandung. Dokter yang sama, yang dulu mengatakan "mustahil", dia itulah yang membantu persalinan seorang bayi perempuan yang mungil, Elisabet, yang artinya Allah menepati janji-Nya.

Iman adalah berseru kepada Allah.
Apa yang terjadi pada orang-orang
yang terhilang dalam kehidupannya? Mazmur 107:4-9.
 
Dan pada orang-orang yang terhilang dalam dosa ? (ayat 10-16)
Dan pada orang-orang yang terhilang dalam penyakit ? (ayat 17-22)
Dan bahkan pada orang-orang yang terhilang
dan tewas dalam perjalanan ? (ayat 23-31)
 

4. Dari mana datangnya iman ?

Ada Iman yang menyelamatkan, Kasih Karunia Allah, Efesus 2:8.
Iman melayani, Roma 12:3; 2 Timotius 1:6.
Iman mengampuni, Lukas 17:4
Iman timbul dari "pendengaran" apa yang Allah katakan melalui Alkitab, khotbah, pita cassette dan buku-buku. Roma 10:17.
Ada karunia iman, 1 Korintus 12:9.
 

5. Iman berarti percaya dalam hati.

Kita adalah tubuh, jiwa dan roh, 1 Tesalonika 5:23 tetapi oleh karena Allah adalah Roh, Yohanes 4:24, maka kita percaya Allah di dalam roh kita, suatu istilah Alkitab untuk hati kita. Hati adalah tempat kediaman iman yang hidup dan yang hangat, tetapi pikiran adalah tempat kediaman dari argumentasi dan logika intelek yang dingin. Markus 11:23-24; Roma 10:10. Amsal 23:23 mengatakan kepada kita supaya membeli kebenaran, dengan harga yang harus dibayar yaitu menolak penalaran pikiran kita, dan jangan menjualnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa hidup kita ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat. 2 Korintus 5:7.

Untuk bertahun-tahun lamanya seorang saudara meminjam sebuah mobil, tetapi pemiliknya mengalami masa sulit sehingga berkatnya terpaksa terhenti. Dia membaca dalam Ulangan 28:31 bahwa salah satu kutuk dari Taurat adalah 'keledaimu akan dirampas dari depanmu, dan tidak akan dikembalikan kepadamu.' Dia berkata: "Dalam Yesus saya diberkati," oleh karena itu dia menolak kutuk tersebut dan minta seekor keledai yang baru dari Allah. Setiap dia berjalan kemanapun juga selama berminggu-minggu, dia selalu mengucapkan terima kasih dalam hatinya untuk seekor keledai yang baru. Memang tidak ada pengharapan yang logis kelihatannya tetapi tiba-tiba dia diberi sebuah mobil baru yang bagus. Dengan diam-diam Allah telah membimbing seorang yang hidupnya penuh doa untuk membelikan sebuah mobil baru untuknya.

6. Iamn itu sekarang.

Dalam Ibrani 11:1 kita tahu bahwa Iman bukannya percaya bahwa Allah dapat, atau akan, tetapi bahwa Allah telah melakukannya. Iman sejati percaya bahwa jawaban doa sudah ada dalam "sekarang-nya Allah" dan itu berarti bahwa berkat dari Allah untuk saya juga ada di dalam "sekarang-nya Allah" walaupun belum saya lihat ataupun saya pegang. Sebagai contohnya, bukan soal Allah dapat menyelamatkan saya atau akan menyelamatkan saya. Pastilah, Allah dapat.

Kebenarannya adalah bahwa:
Yesus sudah menyelamatkan saya di Kayu Salib.
Saya mengetahui ini melalui pewahyuan.
Saya menerima Yesus dan saya mengucap syukur.
Dan keselamatan-Nya menjadi keselamatan saya.

Dengan cara yang sama pula, pintu menuju kepada kesembuhan, kelepasan, berkat dan kemakmuran tidak terletak pada waktu yang akan datang, atau "iman yang akan datang" bahwa Yesus dapat, atau Yesus akan memenuhi kebutuhan anda. "Iman sekarang" menerima dari Kayu Salib di mana karya-Nya sudah diselesaikan dan telah memenuhi setiap kebutuhan saya sejak 2.000 tahun yang lalu. Percaya, puji Dia, berterima kasih dan mengucap syukurlah kepada-Nya dan nantikan dengan iman.

7. Iman menghadapi fakta-fakta dan percaya.

Seperti apa yang Abraham, Bapa iman kita, lakukan sebagai contoh untuk semua yang ingin mengikuti teladannya. Dia adalah bapa dari iman kita. Baca Roma 4:19-21.

Setelah Thomas mengatakan,"Saya tidak akan percaya".

Yesus datang dan berkata kepadanya,"Thomas, berhentilah dengan kebimbanganmu, dan mulailah percaya." Lalu Thomas mengaku,"Tuhanku dan Allahku," setelah dia bertobat dari ketidak-percayaannya dan pergi berkhotbah menginjili di India kuno. Anda ingin memilih menjadi seperti siapa, Abraham atau Thomas ? Yohanes 20:24-29.

 


Rumah Doa untuk semua bangsa-bangsa
Berdoalah untuk Jepang
Operation World halaman 322
 
126.000.000 orang kaya yang terhilang
Kebanyakan pemuja leluhur
250.000 orang percaya Injili

 
© Dr Les Norman | School of Christian Leadership, England
Izin diberikan untuk meng-copy untuk keperluan study
tapi bukan untuk dijual atau tujuan komersil.
Anda menerimanya secara gratis, berikanlah secara gratis.
 
Lihat Daftar Pelajaran | Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan | Petunjuk Down-load
 
Information in English | www.dci.org.uk