5. Gayahidup Penginjil
Apa yang membuat orang mendengar ?
Dalam Alkitab anda bacalah ~ Markus pasal 1
Ini adalah ayat hafalan anda ~ Markus 1:15. Yesus berkata, " Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Markus 1:15.
Sesudah itu bicarakan tentang hal ini ~ Saling membahas pertanyaan-pertanyaan di akhir pelajaran ini.
Sesuatu yang harus dikerjakan sebelum pertemuan yang akan datang ~ Sudah tiba saatnya sekarang bagi kita untuk melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan dulu dan pergilah ke desa-desa yang belum pernah anda datangi, dan berkhotbahlah memberitakan Injil di sana. Sesudah berdoa, pergilah berdua-dua bersama-sama sebagai satu Team Pelayanan.
Tugas tertulis untuk meraih Diploma ~ Selidikilah ke-empat Kitab Injil dan juga Ibrani 5:7 kemudian buatlah tulisan pada satu lembar kertas dengan judul "Kehidupan doa Tuhan Yesus."
Renungkanlah kata demi kata dari ayat-ayat ini ~ Ibrani 2: 3, 4.
Pastikanlah
bahwa anda mengajarkan pelajaran ini kepada orang-orang lain.
Berdoalah selalu dan persiapkanlah diri anda sebaik-baik -nya.
Waktu anda mengajar, tambahkanlah ayat-ayat Alkitab dan ceritera-ceritera
yang anda
pilih sendiri sebagai ilustrasi supaya proses pengajaran menjadi
menarik, semarak dan hidup
Markus 1:45 berkata bahwa orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Mereka tidak datang ke gereja, tidak ke tempat pelatihan, tidak ke kelompok misi atau tidak juga ke pekerjaan sosial. Mereka datang kepada Yesus. Jika kita dapat mengungkapkan mengapa mereka datang, dan kita melakukan hal-hal yang sama seperti apa yang Yesus lakukan waktu itu, maka pada zaman sekarang inipun orang-orang masih tetap akan berdatangan kepada Yesus dari segala penjuru.
1. Yeus menyambut Roh Kudus.
Yesus mendengarkan Roh Kudus, Markus 1: 9-12, mentaaati-Nya dan memberikan kendali kehidupan-Nya kepada Roh Kudus, pergi dan melakukan apa saja yang Roh Kudus tunjukkan.
Mengapa hal ini jadi begitu penting ?
Yesus adalah Allah, tetapi ketika Dia dilahirkan, Dia sengaja meninggalkan semua kuasa dan otoritas ke- Allahan-Nya. Filipi 2: 6, 7. Dia memilih untuk datang sebagai seorang anak bayi yang terbuka, tidak sebagai seorang komandan tentara, pengusaha yang kaya atau penguasa politik. Yesus datang sebagai seorang manusia yang lemah dan terbatas, tetapi seorang manusia yang diurapi dan diberi kuasa oleh Roh Kudus, sebagaimana kita sesungguhnya juga sekarang dapat melakukannya karena pengurapan dan kuasa dari Roh Kudus yang sama dan seyogyanya demikianlah juga yang harus kita lakukan sama seperti Yesus. Lukas 4:18.
2. Yesus mengatasi cobaan iblis.
Di padang gurun, menurut Injil Markus 1:13, Matius 4:1-11, Yesus merasa lemah dan lapar ketika iblis mencobai-Nya untuk menyalah-gunakan kuasa-Nya dengan mengubah batu-batu menjadi roti. Kemudian setan mencobai Dia agar Dia mengelak dari sengsara salib dan setan juga mencobai Yesus untuk menaikkan diri-Nya sendiri akan tetapi pada setiap kesempatan bujukan setan itu Yesus mengatakan "Tidak" dan Dia memilih untuk tetap setia kepada Allah dan Rencana-Nya. Akhirnya setan dikalahkan dan pergi.
3. Yesus menomor-satukan Berkhotbah dalam Agenda Kerja-Nya.
4. Yesus mengetahui waktu Tuhan.
Yesus bekerja sampai Ia berusia tigapuluh tahun tetapi waktu raja Herod memenjarakan Yohanes Pembaptis, maka kejadian itulah yang memicu Yesus. Dari kejadian itu maka Yesus tahu bahwa waktu-Nya telah tiba. Kita diberi-tahu untuk senantiasa berjaga-jaga, supaya kita dapat mengetahui bilamana Yesus hadir di depan pintu kita. Jika kita dengan mata yang sebelah memperhatikan Firman Nubuatan Allah, di Gereja dan Israel, sedang mata yang sebelah lagi kita pergunakan untuk memantau peristiwa-peristiwa dunia, maka kita akan mengerti mengenai masa dan waktu Tuhan (kronos dan kairos). Markus 13:28-36; Matius 16: 1-3.
5. Yesus memanggil orang-orang lain untuk membantu.
Dia tidak melakukan semuanya oleh-Nya sendiri, Markus 1:16-20. Orang-orang yang mendengar panggilan Kristus, mentaati-Nya tanpa menunda-nunda lagi, meninggalkan semua yang sedang dikerjakan dan mengikut Yesus, untuk memperluas kesaksian dan berbagi dalam menanggung beban pekerjaan.
6. Yesus memperlihatkan Kuasa Allah.
7. Yesus komitmen untuk selalu berdoa.
Yesus hanya mengerjakan apa yang Dia lihat Bapa-Nya mengerjakan, Yoh 5:19 dan untuk dapat melakukan itu Dia selalu menyisihkan waktu secukupnya untuk mendengarkan Bapa-Nya. Kadang-kadang pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, atau larut malam, sendirian saja di tempat tersendiri atau bersama di tempat umum. Setelah itu, Ia tahu apa yang harus dilakukan-Nya. Markus 1:35.
8. Yesus juga komitmen pada orang-orang.
Dia mempunyai kesempatan untuk tinggal di satu tempat dan menjadi terkenal di tempat itu tetapi Yesus selalu memilih untuk meneruskan perjalanan-Nya ke desa-desa di sekeliling tempat itu, untuk berkhotbah memberitakan Injil di sana juga. Markus 1: 37 - 39. Yesus mengasihi orang-orang, baik orang-orang yang paling sukar untuk dikasihi seperti orang yang dirasuk oleh roh jahat dan wanita yang sakit dan juga yang berpenyakit kusta. Bagi Yesus hal-hal itu adalah masalah komitmen-Nya untuk mencapai lebih banyak orang dengan Kasih Allah. Akibatnya adalah orang-orang datang kepada-Nya dari segala penjuru, dan akan selalu bertambah banyak yang berdatangan mencari Yesus hingga sekarang dan waktu yang akan datang.
Yesus adalah orang yang melayani dalam kuasa Roh Kudus. Yesus berkata bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak saja mereka akan dapat melakukan perkara-perkara yang sama seperti yang waktu itu dilakukan-Nya tetapi bahkan mereka akan dapat melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar oleh karena kuasa dari Roh Kudus yang sama yang diutus Yesus kepada kita, sebagai Penolong dan Penghibur.
9. Beberapa pertanyaan untuk dipertimbangkan:
Rumah
Doa untuk semua bangsa.
Berdoalah untuk bangsa Mongol.
Operation
World page 389 / halaman 389
3.000.000
rakyat Mongol
animis, Buddhis, ateis.
Mungkin ada 1.000 petobat baru
Banyak penderitaan dan eksploitasi