2. Kabar Baik
Katakan
pada saya kalau anda tahu,
tetapi apa yang akan kita katakan kepadanya?
Dalam Alkitab anda, silakan membaca ~ 1 Korintus 15: 1-34; 15: 58
Ayat hafalan anda ~ Aku tidak malu tentang Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah, untuk keselamatan untuk siapa saja yang percay. Roma 1:16
Sesudah itu katakan tentang hal ini ~ Sudahkah engkau minta pengampunan dosa-dosamu dan menerima Yesus sebagai Juruselamat? Jika belum, sekaranglah saat yang tepat untuk melakukannya.
Sesuatu yang harus dikerjakan sebelum pertemuan yang akan datang ~ Tentukan berapa banyak orang non-Kristen yang akan anda ceriterakan tentang Kabar Baik ini? Apakah seorang saja, atau dua, atau empat, atau delapan ? Jangan melampaui iman anda tetapi tetapkan suatu sasaran yang jelas dan minta agar Allah menolong anda.
Tugas tertulis untuk mendapatkan Diploma ~ Tuliskan kerangka khotbah dengan tema yang anda pilih sendiri sebanyak dua halaman; masukkan juga Kabar Baik menurut Injil yang telah anda pelajari di sini.
Renungkan kata demi kata dalam ayat ini ~ Amsal 30 : 2-4.
Pastikanlah
bahwa anda mengajarkan pelajaran ini kepada orang-orang lain.
Berdoalah selalu dan persiapkanlah diri anda sebaik-baik -nya.
Waktu anda mengajar, tambahkanlah ayat-ayat Alkitab dan ceritera-ceritera
yang anda
pilih sendiri sebagai ilustrasi supaya proses pengajaran menjadi
menarik, semarak dan hidup
(1) Dapatkah anda mendengar pertanyaannya?
Dalam roh anda dapatkah anda mendengar jeritan hati yang tak terucapkan dari banyak-orang ?
Perhatikan
Jutaan orang kebingungan tentang arti kehidupan. Mereka tidak tahu dari mana asal-muasal mereka, mengapa mereka ada di sini atau ke mana mereka akan pergi ketika kehidupan itu berakhir? Dalam hati, mereka menduga ada Allah, tetapi siapakah Dia, di mana Dia, seperti apa Dia ? Anda tahu siapa Dia dan anda tahu Nama Anak-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus.
(2) Apakah yang akan kita katakan padanya?
Paulus menulis kepada teman-temannya di Jemaat Korintus, di Yunani untuk menjawab pertanyaan itu. Dia mengatakan bahwa ada enam hal penting yang harus diketahui orang-orang supaya mereka dapat menentukan apa yang harus mereka lakukan.
1 Korintus 15 : 1-28
(3) Katakan padanya bahwa dia dapat mengenal Allah.
Alkitab mengatakan bahwa "Hal yang utama" adalah bahwa setiap pria dan wanita, setiap anak laki-laki dan perempuan mendengarkan Injil, berita yang menyatukan kembali manusia dengan Allah.
Apakah Injil itu?
Injil adalah kekuatan Allah bagi setiap orang percaya, Romans 1:16.
Paulus mengatakan kepada kita bahwa Kristus, Anak Allah, telah mati untuk menebus dosa-dosa kita, dan bahwa Dia telah dikuburkan dan dibangkitkan pada hari ketiga. 1 Kor. 15: 1-4
- Kita harus percaya bahwa Allah ada, bahwa Dia ada (eksis=exists) dan bahwa Dia adalah Pemberi Anugerah bagi siapa saja yang sungguh-sungguh mencari-Nya; Allah tidak kejam, dan tidak jauh. Ibrani 11 : 6.
- Kita harus percaya bahwa Dia adalah Allah yang Kudus, dan bahwa dosa-dosa kita yang banyak yaitu kita tidak mencari-Nya dengan sungguh-sungguh, kita menempuh jalan pikiran kita sendiri, kita mengikuti pikiran-pikiran kita yang jelek, ucapan-ucapan dan tingkah laku kita telah memisahkan kita dari Kasih-Nya dan Hadirat-Nya. Sebagai akibatnya ketika kita mati kita hanya dapat berharap mendapatkan hukuman yang menakutkan. Roma 3:23; 6:23.
- Kita memilih untuk percaya bahwa Allah dalam kasih-Nya yang begitu besar telah mengutus Anaka-Nya Yesus, dilahirkan oleh seorang perawan yang tanpa dosa, untuk menyelamatkan kita dengan cara mengambil semua murka Allah sehingga kita semua dapat memperoleh damai sejahtera dan dapat masuk ke dalam Hadirat Allah Yang Kudus baik sekarang maupun pada waktu kematian kita. 1 Petrus 2: 24,25.
- Kita percaya dalam batas-batas tanggung jawab kita sendiri untuk mengambil respon yang benar dan tepat. Kita semua mengakui dosa-dosa kita dan kita sungguh sangat menyesal bahwa kita telah berdosa. Kita percaya bahwa Yesus mati karena dosa-dosa kita dan sekarang mohon pertolongan Allah agar kita dapat berbalik dari jalan kita yang sesat dan jahat. Kita menerima Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan, dan berjanji untuk mengikuti-Nya selama-lamanya walaupun teman-teman dan anggota keluarga membuat kehidupan menjadi sulit. Yohanes 1: 12, 13. Wahyu 3:20.
(4) Katakan padanya bahwa Yesus Hidup.
Iman kita tidak hanya didasarkan pada perasaan saja tetapi juga berdiri di atas fakta-fakta yang akan diakui sebagai bukti-bukti nyata dalam setiap pengadilan hukum yang adil. Paulus mencatat kesaksian 514 saksi-mata termasuk pernyataan orang-orang yang benar-benar mengenal Yesus, seperti Petrus dan para rasul lainnya. Mereka tidak dapat disalah-mengertikan. 1 Korintus 15: 5 - 8.
(5) Katakan padanya bahwa ada kasih karunia untuknya.
Kasih karunia adalah anugerah dari Allah yang bukan hasil usaha kita, diberikan dengan cuma-cuma, tidak dibeli dan bukan hasil kerja kita, harus diterima dengan ucapan syukur. Paulus mengatakan bahwa meskipun dia telah menganiaya gereja, namun demikian kasih karunia Allah tetap bekerja dengan dahsyat dalam kehidupannya. Kasih karunia Allah mengangkat Paulus dari posisi seorang pemimpin orang-orang berdosa menjadi manusia perkasa Allah. 1 Korintus 15: 9, 10.
(6) Katakan padanya bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya.
Hanya jika kita memilih untuk mengikuti Yesus, kita akan masuk ke hadirat Tuhan pada saat kematian. Kami menantikan kebangkitan yang akan datang ketika orang-orang percaya menerima tubuh baru, tubuh kebangkitan, yang tidak akan pernah menjadi tua, sakit dan mati.
Kita akan tinggal di bumi yang baru di bawah langit yang baru tetapi orang-orang yang tidak percaya hanya dapat mengharapkan lautan api dan siksaan kekal jauh dari kasih Allah. 1 Korintus 15: 12 - 23, 35 - 49.
(7) Katakan padanya bahwa Yesus akan segera kembali
"Bila Dia datang," Dia akan membawa keadilan untuk orang-orang di bumi, yang mempercayai janji malaikat dalam KPR 1: 11, sebagaimana yang di-imani oleh orang-orang Kristen hingga zaman sekarang ini. 1 Korintus 15: 23, 25.
(8) Katakan padanya bahwa ada hari kiamat
Hari ini adalah selalu hari untuk menerima keselamatan dari Allah, dan sekarang adalah selalu waktu yang paling baik sebab besok mungkin akan terlambat. 1 Korintus 15: 24-28, 50-57
Karena alasan-alasan ini, kita yang percaya harus berdiri teguh, jangan izinkan apapun juga yang berusaha untuk menggeser kita dari kebenaran-kebenaran kekal ini. Kita harus senantiasa memberikan diri kita sepenuhnya kepada pekerjaan Tuhan, dan juga katakan kepada orang-orang lain, bahwa meskipun pekerjaan ini berat, namun kita tahu benar bahwa pekerjaan kita ini tidak akan sia-sia. ....... 1 Korintus 15 : 58.