SIAPKAH ANDA?

Di tahun 1964, ketika saya berusia 17 tahun, saya naik perahu bersama tim Pramuka, di mana saya menjadi salah satu Pembina mereka. Dan saya ingin menunjukkan contoh yang baik kepada mereka dengan mengenakan jaket pelampung sebelum saya mulai berenang. Jaket pelampung memiliki tali pengikat dari katun yang jika basah tidak akan mungkin untuk dilepas. Namun ternyata, jaket pelampung saya mengalami kebocoran, dan mulai menyerap air. Dan karena saya tidak bias membuka tali pengikatnya, maka saya mulai tenggelam oleh karena beratnya pelampung.

Saya melihat kematian mendekat, dan saya ingat bahwa saat itu saya tidak merasa panik melainkan saya mengucapkan doa Bapa Kami dengan sungguh-sungguh dan meminta Tuhan untuk mengampuni seluruh dosa saya. Saat itu saya merasakan suatu ketenangan yang luar biasa, dan saya ingat bahwa saya melihat suatu pintu masuk ke dalam sebuah terowongan yang panjang dengan cahaya yang sangat terang di ujungnya, dan mendengar musik yang sangat indah yang tidak dapat saya gambarkan dengan kata-kata! Saya berjalan ke dalam terowongan menuju cahaya tersebut. Semakin dekat saya kepada cahaya itu, semakin saya merasakan damai menyelimuti diri saya. Tidak diragukan lagi bahwa saya sedang berjalan “pulang” ke tempat yang telah dipersiapkan Allah bagi saya.

Kemudian, tiba-tiba sementara saya terus berjalan melewati terowongan, saya melihat teman-teman saya mengangkat tubuh saya keluar dari air, dan mereka berusaha menyelamatkan nyawa saya. Saya merasakan bahwa saya tidak ingin kembali ke tubuh yang fana ini. Namun Allah jelas menyatakan bahwa sekarang bukan waktu saya untuk pulang, dan saya pun tersadar setelah memuntahkan air laut dari mulut saya di atas perahu.

Kembali ke hari-hari sekarang ini, saya menyimpan pengalaman ini selama bertahun-tahun, namun sejak hari itu, saya tidak pernah lagi merasa takut, karena saya tahu ke mana saya akan pergi. Sejak saat itu saya selalu berusaha untuk siap sedia pulang, sebab tidak ada seorang pun yang tahu kapan ia dipanggil pulang oleh Bapa. Betapa suatu perasaan yang sangat indah, mengetahui bahwa Anda siap melalui pertobatan dari segala sesuatu yang salah, dan mengetahui bahwa Anda telah diampuni bukan karena Anda layak untuk itu, melainkan karena anugerah Allah.

Baru-baru ini saya mengalami suatu penyakit yang parah, dan beberapa minggu yang lalu saya mengalami reaksi yang buruk terhadap obat anti nyeri. Saya mengalami koma tanpa menyadarinya, dan kalau saja isteri saya tidak ada di sana untuk membunyikan alarm, mungkin saya telah meninggal dunia. Sekarang ini, tidak ada waktu lagi untuk “mempersiapkan diri” sebelum bertemu dengan Tuhan, sebab saya tidak sadar apa yang sedang terjadi pada diri saya. Saya tahu bahwa saya siap, dan saya siap sekarang. Tetapi yang ingin saya katakan kepada Anda, jika Anda memiliki keberanian untuk membaca baris-baris ini, adalah: “Apakah ANDA siap?”

Saya merasa bahwa kita membuat kesalahan besar dengan mencoba menarik orang ke dalam gereja dengan berkotbah kepada mereka bahwa Allah itu kasih, dan Dia mengasihi kita apa adanya. Hentikanlah itu. Itu memang benar tetapi itu bukanlah kebenaran SEPENUHNYA. Kita harus mengakui bahwa kita adalah orang berdosa, dan bertobat dari semua kesalahan kita. Hanya dengan demikian kita dapat merasakan damai dengan Pencipta kita, dan kita akan mampu menghadapi kematian tanpa rasa takut manakala hari itu datang.

Jean François Bur

7 Juli 2009

Diterjemahkan dari bahasa Perancis ke dalam bahasa Inggris oleh Catherine Northey

Kembali ke halaman berita